MAJALENGKA – Masyarakat Desa Bongas Kulon, Majalengka, kembali menggelar “Tradisi Ngapem” sebagai bagian dari ritual menyambut acara besar desa. Tradisi membuat dan membagikan kue apem ini merupakan warisan leluhur yang sarat akan makna filosofis dan terus dipertahankan oleh warga setempat dari generasi ke generasi.
Prosesi Ngapem biasanya dilakukan secara kolektif oleh kaum ibu di setiap blok permukiman. Kue apem yang terbuat dari tepung beras dan gula merah ini kemudian didoakan bersama sebelum dibagikan kepada tetangga dan kerabat. Tradisi ini dipercaya sebagai bentuk permohonan keselamatan dan rasa syukur atas rezeki yang telah diterima.
Lebih dari sekadar ritual, Ngapem memiliki fungsi sosial yang kuat di tengah masyarakat. Seorang tokoh adat setempat menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi dan gotong royong. Aspek berbagi dalam tradisi ini mengingatkan warga akan pentingnya kebersamaan dan kepedulian sosial.
Di tengah gempuran budaya modern, eksistensi Tradisi Ngapem membuktikan ketangguhan kearifan lokal Desa Bongas Kulon. Pemerintah desa berkomitmen untuk terus mendukung pelestarian tradisi ini sebagai bagian dari aset budaya tak benda yang memperkaya khazanah budaya Kabupaten Majalengka.
