MAJALENGKA – Posisi strategis Desa Bongas Kulon, Kecamatan Sumberjaya, yang dilintasi jalur Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), dipandang sebagai peluang emas untuk pengembangan sektor agribisnis. Pemerintah desa dan kelompok tani setempat mulai merancang strategi agar aksesibilitas ini tidak hanya menjadikan desa sebagai penonton, tetapi sebagai pemasok utama komoditas pertanian segar untuk rest area dan pasar di kota-kota besar.
Inisiatif ini didorong oleh keberhasilan program diversifikasi tanaman, seperti hidroponik, yang sudah berjalan di desa tersebut. Komoditas sayuran segar hasil program KBA (Kampung Berseri Astra) memiliki potensi pasar yang besar jika distribusinya dapat dioptimalkan. Kedekatan dengan akses tol memungkinkan waktu pengiriman hasil panen menjadi lebih singkat, sehingga kesegaran produk dapat terjaga hingga ke tangan konsumen.
Tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah peningkatan skala produksi dan konsistensi pasokan. Untuk itu, pemerintah desa mendorong petani untuk beralih dari pertanian subsisten ke pertanian yang berorientasi pasar (agribisnis). Pelatihan manajemen pascapanen dan pengemasan produk menjadi fokus agar hasil tani Bongas Kulon memiliki daya saing yang tinggi.
Dengan memanfaatkan momentum ini, Desa Bongas Kulon berambisi menjadi salah satu sentra agribisnis baru di Kabupaten Majalengka. Diharapkan, sinergi antara petani lokal, pengelola tol, dan pemerintah daerah dapat segera terwujud untuk mengubah potensi strategis ini menjadi kenyataan ekonomi yang menyejahterakan masyarakat desa.
