festival
kerja bakti
Laporan Pertanggungjawaban APBDes festival
Festival Desa tahun ini hadir sebagai momentum untuk merayakan kekayaan budaya dan kearifan lokal yang tumbuh dari akar masyarakat. Desa bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga sumber pangan, tradisi, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan lintas generasi. Melalui festival ini, kita diajak untuk menyatu dalam semangat gotong royong, menjaga warisan budaya, sekaligus membuka ruang bagi inovasi dan kreativitas masyarakat desa.
kerja bakti
Kerja bakti bukan hanya tentang membersihkan jalan atau merapikan taman, tetapi juga tentang menumbuhkan rasa kebersamaan. Setiap senyum, canda, dan peluh yang tercurah menjadi bukti bahwa gotong royong masih hidup di tengah masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi, mempererat hubungan antarwarga yang mungkin jarang bertemu karena kesibukan sehari-hari.
Laporan Pertanggungjawaban APBDes
Awal tahun menjadi momen refleksi bagi desa. Melalui laporan pertanggungjawaban, pemerintah desa menyampaikan hasil kerja, capaian pembangunan, serta penggunaan anggaran secara transparan. Kegiatan ini menegaskan komitmen desa terhadap akuntabilitas dan keterbukaan kepada masyarakat.
Januari
Musyawarah desa adalah ruang demokrasi warga. Di sini, masyarakat perangkat desa, dan tokoh adat duduk bersama untuk mengevaluasi program sebelumnya serta menyusun prioritas baru. Suasana musyawarah mencerminkan semangat gotong royong dalam menentukan arah pembangunan desa.
Februari
Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) adalah peta jalan pembangunan tahunan. Penyusunannya melibatkan partisipasi warga agar setiap program benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, mulai dari infrastruktur hingga pemberdayaan ekonomi.
Maret
Pembangunan jalan desa, irigasi, balai desa, hingga sanitasi dilakukan sebagai wujud nyata peningkatan kualitas hidup warga. Setiap proyek dikerjakan dengan semangat kebersamaan, agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
April
Pelatihan UMKM, pertanian, dan keterampilan pemuda menjadi sarana meningkatkan kapasitas warga. Melalui kegiatan ini, desa mendorong kemandirian ekonomi dan membuka peluang kerja baru.”
Mei
Hari besar nasional dan keagamaan dirayakan dengan penuh kebersamaan. Dari upacara 17 Agustus hingga peringatan hari-hari besar keagamaan, desa menjadi ruang silaturahmi yang memperkuat persatuan.”
Juni
Festival desa adalah panggung kebanggaan. Seni, budaya, dan produk lokal ditampilkan untuk memperkenalkan potensi desa kepada masyarakat luas sekaligus memperkuat ekonomi kreatif.”
Juli
Musrenbangdes menjadi forum strategis untuk menyusun rencana pembangunan tahun berikutnya. Warga, tokoh masyarakat, dan pemerintah desa bersama-sama merumuskan prioritas agar pembangunan lebih tepat sasaran.
